Rabu, 11 Januari 2012

Yang Muda, Yang Berkarya


Teruntuk para pengurus Mahandika yang baru
Selamat atas terpilihnya kader-kader terbaik dusun Mungur RT 01/02, sebagai pengurus baru pada periode 2012-2014. Selamat atas dipercayainya kalian semua memegang amanah sebegai penggerak pemuda di desa intelektual, agamis dan berbudaya ini. Tidak ada istilah menyerah dalam perjuangan. Sabar, ikhlas dan komunikasi intensif sesama anggota harus tetap dijaga. Seleksi alam dan padatnya kegiatan kalian jangan jadikan sebuah keluhan, tapi sebagai peluang untuk maju dan terus bergerak. Menguak makna dari Mahandika (Maju Hanya dengan Do’a dan Ikhtiar karena Allah). Dari akar kata itu mengandung arti yang mendalam dan cerdas. Sungguh kreatif pendahulu kita memberikan nama, karena nama adalah do’a. Kita sebagai pewaris harusnya bangga akan hal itu dengan melanjutkan perjuangan-perjuangan yang nyata.
Dalam teorinya A. J Toynbe, menjelaskan tentang pentingnya peran kelompok minoritas kreatif. Maksudnya, bahwa peradaban itu dipengaruhi oleh peran-peran kelompok ini. Peradaban itu lahir, berkembang, mencapai puncak dan runtuh. Seperti siklus yang terus berjalan sesuai dengan kodratnya. Pengaruh kelompok minoritas kreatif (KMF) dalam sebuah mayoritas itu sangat penting. Seperti dalam teks-teks sejarah di bawah kolong langit ini, di dunia, khususnya di Indonesia. Dalam sejarah Indonesia kita tentu kenal dengan tokoh-tokoh besar penggerak bangsa, seperti Ahmad Dahlan, Hasyim Asyari, Soekarno, Hatta, dan lain sebagainya telah member warna baru bagi bangsa ini. Perjuangan mereka sangat gigih di tengah mayoritas masyarakat yang pada waktu itu masih berada dalam lingkaran penderitaan dan kebodohan akibat kolonialisme.
Sebaliknya, dalam Mahandika ini, kelompok minoritas yang kreatif dan peduli harus terbentuk. Ide-ide dan gagasan yang kreatif alangkah baiknya jika diwujudkan dalam bentuk tindakan atau  kegiatan. Jiwa muda yang kreatif harus disalurkan ke dalam hal-hal yang positif. Pengalaman yang didapatkan dari luar (sekolah, kampus) bila itu bermanfaat bisa diaplikasikan dalam Mahandika ini. Sesungguhnya ilmu yang bermanfaat itu akan selalu abadi jika ditularkan kepada orang lain. Disamping teori-teori di atas, komunikasi dan kekompakan selalu dipupuk dan dijaga entah bagaimana pun caranya. Masalah dan kendala pasti ada, tinggal bagaimana kita mencari celah dan jawaban dari semua itu.
“Jiwa muda, masa muda adalah masa yang berapi-api”, kata Bang Rhoma Irama. Pengurus yang fresh ditengah jaman yang terus dan selalu bergerak. Masa kalian adalah masa yang actual, berbeda dengan masa kami. Hal-hal baru pasti ada dan jangan sampai melupakan masa sebelumnya. Masa kami bisa dijadikan pelajaran dan juga koreksi, apa dan bagaimana saja hal-hal yang perlu diperbaiki, dirubah, maupun diteruskan jika itu baik. Soekarno pernah berkata “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia”. Kata-kata yang penuh makna filosofis untuk direnungkan bagi para pemuda pembaharuan.
Ada istilah lain, “experience is the best teacher”, tapi menurut kami istilah itu tidak tentu benar. Pengalaman bisa dicari dan dipelajari di tengah modernisasi , globalisasi teknologi dan informasi yang terus berkembang. Pengalaman hanyalah sebuah bumbu dalam hidup. Jangan takut berspekulasi tapi dengan dasar yang kuat tapi benar. Jangan takut pada pendahulu (senior), karena pemikiran mereka sudah usang dan kurang actual. Tapi, generasi tua bisa dijadikan tempat sharing ilmu, karena mungkin pengalaman mereka bisa jadi bahan masukan untuk berbuat.
Sebagai penutup, pemuda adalah “agent of change” sebuah bangsa. Jika pemuda lemah, maka matilah bangsa itu, begitu juga desa, organisasi kepemudaan dan lain sebagainya. Di desa ini, pemuda (Mahandika_red) harus memberi kontribusi positif dalam mencerdaskan masyarakat, entah dalam bentuk apapun. Ikhlas dan sabar menjadi modal awal untuk terus berjuang. Selanjutnya, komunikasi harus tetap dijaga untuk memudahkan lancarnya koordinasi, karena kekompakan adalah imbas dari komunikasi. Dalam Al-Qur’an surat Muhammad ayat 7, Allah berfirman; “Barangsiapa memperjuangkan agama Allah, niscaya. Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. Janji Allah pasti benar dan nyata. Jadikan Al-Qur’an dan sunnah sebagai pegangan utama dalam perjuangan. Akhir kata, selamat atas terpilihnya kalian, selamat berjuang dan hilangkan kata malas. Tetap semangat.
Munggur, 09 Januari 2012.
2:24 A.M


0 komentar:

Posting Komentar