Kamis, 19 April 2012

Negeri Rotinesia; negeri salah urus?


Semua orang berpikir untuk mengubah dunia.. Tapi tak satupun berpikir untuk merubah dirinya sendiri... Leo Tolstoy (1828-1910)

 


Akhir-akhir ini banyak demonstrasi yang terjadi di negeri ini, Indonesia. Hal ini dikarenakan kebijakan baru dari pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Tidak bisa dipungkiri sebuah kebijkan pasti akan menuai pro maupun kontra dari kalangan masyarakat. Kenaikan harga bbm pasti akan berimbas dengan kenaikan harga-harga, tak terkecuali harga sembako. Jika dilihat dari pusaran global, harga minyak dunia yang tiap tahun pasti naik membuat pemerintah harus menyesuaikan harga guna menghindari deficit. Masyarakat pun dibuat resah dengan hal tersebut, akan tetapi pemerintah kali ini menawarkan solusi, yakni bantuan langsung tunai sementara (blts). Secara kasat mata, kebijakan ini seperti memberi ikan kepada pemancing, bukan memberi kailnya untuk mencari ikan. Maksudnya, masyarakat kecil atau wong cilik diberikan subsidi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut sejumlah 100-200 ribu kepada setiap kepala keluarga yang masuk kategori tidak mampu (miskin). Tanggapan dari berbagai pihak pun muncul, mulai dari pengamat kebijakan dan para akademisi. Mereka menganggap hal ini akan berdampak buruk, yakni ketergantungan masyarakat kepada bantuan tersebut. Menurut saya, alangkah bijaknya pemerintah untuk membuka dan mempermudah terhadap akses masyarakat untuk dapat semudah-mudahnya mendapatkan lapangan pekerjaan. Ini yang menjadi kendala, sulitnya lapangan pekerjaan menambah daftar tragis dari penderitaan rakyat. Pemerintah harus memfasilitasi hal ini. Jika tidak maka angka pengangguran yang ada dinegeri ini akan semakin naik dan terus naik. Padahal kita tahu bahwasannya pengangguran imbas dari sulitnya lapangan pekerjaan akan berdampak buruk terhadap kondisi social dan politik dimasyarakat. Seperti kriminalitas tentu menjadi buntut dari hal tersebut.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan sumber daya alamnya. Jika mengutip dari salah satu bait lagunya Koes Plus pun “bukan lautan tapi kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu”. Ironis sekali melihat carut marutnya pengurusnya negeri ini dalam segala aspek. Bahkan ada yang menyebutkan negeri ini salah urus. Tapi apakah yang salah urus? Aspek mana? Sejauh mana salah urusnya? Tentu hal ini menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi kita semua, yaitu pemerintah,masyarakat dan stake holder lainya. Negeri yang kaya tentu dapat mencukupi kebutuhan masyarakatnya. Coba kita tengok bangsa Jepang,bagaimana jepang berkembang menjadi macan asia. Dahulu Barat mencemooh bangsa berwarna, termasuk asia. Tetapi tekad jepang untuk

Senin, 05 Maret 2012

Bismillahirohmanirohim

BULAN INI SAYA MULAI, SEMOGA SEMUANYA DIBERI KELANCARAN, KEMUDAHAN DAN KESUKSESAN. JIKA SUDAH MULAI, TIADA KATA MENYERAH (MALAS_red). AMIN.
ALLAH BERSAMA ORANG-ORANG YANG SEDIKIT TIDUR. :D

A. Membaca

 B. Menulis

Jumat, 24 Februari 2012

Matahari

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari.
By the Sun and his (glorious) splendour;

Dan bulan apabila ia mengiringi
By the Moon as she follows him;

Dan siang apabila menampakkannya,
By the Day as it shows up (the Sun's) glory;

dan malam apabila menutupinya,
By the Night as it conceals it;

dan langit serta pembinaannya,
By the Firmament and its (wonderful) structure;

dan bumi serta penghamparannya,
By the Earth and its (wide) expanse:

dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
By the Soul, and the proportion and order given to it;

maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
And its enlightenment as to its wrong and its right;-

sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

Truly he succeeds that purifies it,

dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
And he fails that corrupts it!

QS. asy-Syams (91) 1 - 10

Senin, 20 Februari 2012

Memoar Kemajuan Jaman (unfinished)

-->
2009, tepatnya saat bulan suci yang diagungkan oleh umat Islam, bulan Ramadhan. Bulan di mana kebanyakan orang menjadi mendadak alim, masjid penuh, dan mereka berlomba-lomba dalam kebaikan, dalam segala aspek. Puasa wajib dilakoni dengan ikhlas demi mendapat ridho dari Tuhan semesta alam. Banyak sekali amalan yang bersifat wajib maupun sunnah, seperti sholat tarawih dan sebagainya. Masjid menjadi pusat kegiatan, mulai dari buka bersama, pengajian-pengajian, TPA, dan lain sebagainya. Masjid menjadi makmur, bulan yang begitu suci, beramai-ramai mereka datang meramaikan, bak lumut dimusim penghujan, suasana masjid begitu menawan dengan masyarakat yang melingkupinya. Demikian juga hal ini terjadi di sebuah desa disudut kota gudeg, Jogjakarta, sebuah didesa bernama sebut saja desa Sidongawi. Sebuah makna kiasan untuk menuju menjadi sarat makna.
Desa Sidongawi terletak tepatnya disudut timur kota Jogjakarta, masih masuk kabupaten Bantul. Kondisi geografisnya begitu makmur, dengan deretan gunung-gunung yang gagah menantang, sawah-sawah yang begitu asri ditanami berbagai macam tanaman pangan oleh para si pembalik tanah, petani. Musim sudah tidak bisa diprediksi, menurut prediksi seharusnya sudah masuk musim penghujan, tapi musim kemarau dengan terik panas dan hawa kering masih mewarnai. Hutan-hutan jati meranggas, menggugurkan daun-daun yang dulu sempat hijau asri. Desa semi kota, ramai dan semakin padat penduduk. Bangunan makin lama makin bermunculan dengan semi industrialisasi dan berbagai usaha

Rabu, 11 Januari 2012

Yang Muda, Yang Berkarya


Teruntuk para pengurus Mahandika yang baru
Selamat atas terpilihnya kader-kader terbaik dusun Mungur RT 01/02, sebagai pengurus baru pada periode 2012-2014. Selamat atas dipercayainya kalian semua memegang amanah sebegai penggerak pemuda di desa intelektual, agamis dan berbudaya ini. Tidak ada istilah menyerah dalam perjuangan. Sabar, ikhlas dan komunikasi intensif sesama anggota harus tetap dijaga. Seleksi alam dan padatnya kegiatan kalian jangan jadikan sebuah keluhan, tapi sebagai peluang untuk maju dan terus bergerak. Menguak makna dari Mahandika (Maju Hanya dengan Do’a dan Ikhtiar karena Allah). Dari akar kata itu mengandung arti yang mendalam dan cerdas. Sungguh kreatif pendahulu kita memberikan nama, karena nama adalah do’a. Kita sebagai pewaris harusnya bangga akan hal itu dengan melanjutkan perjuangan-perjuangan yang nyata.
Dalam teorinya A. J Toynbe, menjelaskan tentang pentingnya peran kelompok minoritas kreatif. Maksudnya, bahwa peradaban itu dipengaruhi oleh peran-peran kelompok ini. Peradaban itu lahir, berkembang, mencapai puncak dan runtuh. Seperti siklus yang terus berjalan sesuai dengan kodratnya. Pengaruh kelompok minoritas kreatif (KMF) dalam sebuah mayoritas itu sangat penting. Seperti dalam teks-teks sejarah di bawah kolong langit ini, di dunia, khususnya di Indonesia. Dalam sejarah Indonesia kita

Selasa, 27 Desember 2011

Berteori dengan Teori

Beberapa orang khalayak umum sering mengatakan pertantangan anatara teori dan fakta. Sesungguhnya teori tidak bertentangan dengan fakta. Apabila kita menghadapi suatu problem maka kita akan memgembangkan hipotesa berdasarkan pengalaman yang dapat kita peroleh. Secara sadar atau tidak usaha memecahkan suatu problem itu merupakan kegiatan berteori. Berteori adalah aktifitas mental untuk mengembangkan ide yang dapat menerangkan mengapa dan bagaimana sesuatu itu terjadi. Akan tetapi berteori  tidak sama dengan teori itu sendiri, karena berteori masih merupakan sebuah hipotesa terhadap suatu problem. Jadi hipotesa adalah teori yang masih membutuhkan bukti-bukti empiris lebih lanjut.
Jadi teori itu ibarat rumus. Maksudnya suatu permasalahan yang ada bisa dianalisa dengan suatu teori. Misalnya, Ibrahim Alfian dalam desertasinya tentang “perang di Jalan Allah”, yakni tentang perang Aceh. Ia menggunakan pendekatan Collective Behavior yang menganalisa kenapa perang Aceh tersebut sangat susah dipadamkan dan berlangsung cukup lama. Ada dorongan yang mempengaruhi individu di Aceh waktu itu, yaitu doktrin agama, Jihad. Selain itu, dalam menganalisa sejarah Indonesia secara umum terutama

Sabtu, 19 November 2011

Beberapa Pemikir Sejarah


Herodotus
Pengertian Sejarah menurut Bapak Sejarah, Herodotus adalah satu kajian untuk menceritakan suatu perputaran jatuh bangunnya seseorang tokoh, masyarakat dan peradaban. Memeperlihatan pola perkembangan dan kemerosotan. Fase perkembangan dan kemerosotan dapat dijelaskan dengan dua cara. Pertama, kemakmuran yang berkelanjutan memunculkan arogansi. Manusia yang arogan mudan mengabaikan peringatan. Sekali melanggar batas-batas kemanusiaan mereka, hukuman mengenai mereka adalah dalam bentuk keadilan dan retribusi. Kedua, kemunculan dan kejatuhan Negara-negara dapat dijelaskan dalam istilah kebudayaan lembek dan kebudayaan keras. Kebudayaan keras adalah kebudayaan yang memiliki pemerintahan pusat, bebas dan terbelakang. Kebudayaan lembek adalah kebudayaan yang kaya, rentan ditaklukan oleh kebudayaan dari luar dan diperintah oleh seorang raja yang absolute. Herodotus juga memakai informasi lisan dalam menyusun karyanya. Dalam karyanya tersebut dapat dibedakan mana yang perkataan langsung dan yang tidak langsung. Pada yang pertama adalah rekonstruksinya sendiri terhadap peristiwa-peristiwa dan dipakai untuk menyatakan tema-tema, sementara yang berikutnya dipakai untuk mewakilio intisari dari perkataan-perkataan langsung.
Thucydides
Dalam karyanya berjudul The Peloponnesian War, ia menunjukkan ketelitian dan respek terhadap kebenaran dan bukti laiknya yang diperlihatkan oleh para sejarawan modern. Thucydides berusaha meliput peristiwa-peristiwa hangat, seperti halnya Herodotus. Ia mengatakan, dari bukti yang ada, setiap orang tidak akan keliru siapa yang punya pandangan hingga keadaan zaman purbakala yang molek nyaris seperti apa yang saya gambarkan, yang tidak menaruh kepercayaan pada kata orang ; penyair mana yang bersyair dengan lagu, yang memperindah dan memperjelas tema-tema mereka, disatu sisi. Dan disisi lain, pembuat kronik mana yang mengarang dengan visi yang lebih menyenangkan ketimbang mengungkapkan kebenaran,